Posted by: slaksmi on: April 1, 2007
“Super Media Power” was the title of one of my assignment at the Ateneo de Manila University. I found it quite useful, probably, for me to keep as a reference.
Name : Shita Laksmi
Topic : The Information Revolution and Power
Date of submitted : March, 21 2004
Number of words : 2641 words
Super Media Power
Background
Information is crucial right now; since most of power relies on information. Joseph Nye said in his “Soft Power and in the Information Age” article that there are changing indices of power over the centuries. He said that in the 18th century, the international balance of power rested on territory, population and agriculture, because this provided the basis for infantry, a crucial power resource. If you look at the 19th century, industrial capacity provided the crucial resources that enabled first Britain and Germany to gain dominance. By the mid 20th, science and especially nuclear physics contributed the crucial power resources to US and Soviet and in the 21st century, information technology, broadly defined is likely to be the most crucial power resource.1
Posted by: slaksmi on: March 23, 2007
Tahun 2001, dua peneliti yaitu Eryl Price-Davies dari Inggris dan Jo Tacchi dari Australia melakukan studi banding radio komunitas di enam negara, yaitu Australia, Kanada, Perancis, Belanda, Irlandia dan Afrika Selatan.
Hasil penelitian ini diajukan sebagai bahan untuk pemerintah Inggris, saat Inggris ingin membuka bentuk lembaga penyiaran baru, yaitu penyiaran komunitas.
Posted by: slaksmi on: March 23, 2007
Por SHITA LAKSMI
Traducción: Magdalena Restovich
Prólogo
Como un país muy diverso, Indonesia tiene un problema singular en el flujo de información. Mucha gente viviendo en áreas aisladas entre colinas y montañas, como consecuencia, no muchas frecuencias ajenas al área pueden ingresar.
La radio comunitaria empieza a emerger en Indonesia desde el año 2000, dos años después de que Suharto renunciara. Podría ser considerado como una buena onda hacia la reforma en Indonesia. Mostró la necesidad de “canales alternativos” para Indonesia. En respuesta a esta necesidad, el gobierno y el parlamento lo reconocieron a través de la ley de radiodifusión. Read the rest of this entry »
Posted by: slaksmi on: March 20, 2007
Sukabumi, untuk pertama kalinya di bulan Januari 2007, menjadi tempat untuk ajang internasional. AsiaSource II; sebuah tempat belajar bagi lebih dari 100 pemerhati informasi, teknologi dan komunikasi (biasa disebut: Information, Communications and Technology/ ICT) dari 20 negara di Asia beramai-ramai ke Sukabumi untuk berbagi pengetahuan soal ICT.
Agenda utama dalam kegiatan ini adalah menempatkan teknologi dalam kerja-kerja organisasi non profit atau dalam konteks Indonesia, Organisasi Non Pemerintah (Ornop). Teknologi harus dipandang sebagai sebuah alat yang mempermudah kerja Ornop di semua bidang. Ditarik lebih jauh, teknologi yang digunakan juga sebaiknya berbasis “ free open source software” yang biayanya lebih tercapai daripada piranti berlisensi. Read the rest of this entry »
Posted by: slaksmi on: February 23, 2007
Presentasi ini dibuat untuk Yayasan Bahari yang bulan Februari 2007 lalu memfasilitasi diskusi dengan pegiat radio komunitas (atau calon radio komunitas) di Wakatobi. Saya diminta untuk hadir tapi tidak bisa; jadi saya kirim dokumen ini via teman saya yang baik hati –dan bersedia membacakan presentasi ini.
Posted by: slaksmi on: February 17, 2007
Kehadiran PP No. 51 tentang Penyelenggaraan Penyiaran Komunitas tidak terduga. Kendati UU memberi waktu dua tahun pada radio untuk mengikuti UU Penyiaran No. 32/ 2002 beserta aturan jelas dibawahnya, seperti PP setelah UU disahkan, tepatnya Desember 2004, tetapi perdebatan panjang antara KPI dan pemerintah mengenai siapa yang bertanggung jawab pada perizinan membuatnya menjadi tertangguhkan sampai batas waktu yang –waktu itu– masih misteri.
PP ini muncul ditengah KPI sibuk menjalankan SK No. 41 yang dikeluarkan Agustus 2005 tentang prosedur perizinan untuk penyiaran komunitas. KPI memang harus merespon kecemasan banyak orang tentang bagaimana prosedur perizinan yang benar karena PP yang tidak kunjung hadir. Read the rest of this entry »
Posted by: slaksmi on: February 11, 2007
This is my second blog. Berniat membuat blog lagi di wordpress karena arsitektur content-nya terlihat lebih mudah dan bisa upload gambar.
Blog ini akan digunakan untuk menyimpan sebagian besar tulisan atau catatan yang terkait dengan isu media development di Indonesia. Tentu saja, terbatas pada pemahaman saya.
Blog ini bisa menjadi archieve onlineku.
Recent Comments